demam chik juga menyerang

>> Senin, Desember 22, 2008

Puluhan Orang Mendadak Lumpuh Layu
BANGKA POS
edisi: 04/Nov/2008 wib
  • Wabah Chikungunya Serang Kelapa
  • Sebelumnya di Kecamatan Jebus

KELAPA, - Puluhan warga di Kelurahan Kelapa, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat mendadak badannya seperti lumpuh, akibat diserang demam chik (chikungunya). Kondisi tersebut masih dirasakan masyarakat hingga kemarin, Senin (3/11).
Warga yang terserang chikungunya umumnya mengalami gejala utama demam mendadak, nyeri pada persendian dan ruam bintik-bintik merah di sejumlah bagian tubuh, kadang-kadang disertai gatal-gatal kulit. Gejala lainnya yang dirasakan dan dijumpai, antara lain nyeri otot, sakit kepala, menggigil, kemerahan di mata, pembesaran kelenjar getah bening di bagian leher, mual dan muntah.

Penderita lainnya juga sering mengeluhkan rasa nyeri di belakang bola mata, sehingga mata kemerahan, berair dan rasa terbakar pada mata.

Penderita chikungunya, Alai menyebutkan, hampir seluruh anggota keluarganya terserang penyakit tersebut, kecuali anaknya yang bungsu. Hingga kemarin siang rasa lemas dan nyeri di persendiannya masih terasa, seolah lumpuh mendadak. “Tetangga-tetangga kami juga kena, yang mereka rasakan juga sama dengan kami sekeluarga,” kata Alai kepada harian ini, Senin (3/11) di kediamannya.

Penderita lainnya yang enggan disebutkan namanya mengaku, sejak terkena penyakit tersebut, badannya terasa lumpuh disertai demam, gatal-gatal. “Sama sekali tidak bisa beraktivitas, mau gerak sedikit saja badan terasa lemas, seperti lumpuh mendadak. Sekadar mau jalan saja payah, harus merangkak,” ujarnya.

Sama dengan DBD

Tim Surveilance Puskesmas Kelapa, M Syafei Rangkuti membenarkan, berdasarkan hasil survei di lapangan ditemukan belasan warga secara klinis mereka terkena chikungunya. “Hasil survei tadi, yang kita temukan sekitar 19 penderita, namun di sekeliling lingkungan penderita sebelumnya juga terkena chikungunya,” ujar Syafei.

Menurutnya, vektor (perantara) utama penyakit ini sama dengan penyakit demam berdarah dengue (DBD), yakni nyamuk aedes aegypti. Nyamuk lain bisa berperan sebagai vektor namun perlu penelitian lebih lanjut.

“Penularan demam chik terjadi apabila penderita yang sakit, digigit oleh nyamuk penular aedes aegypti, kemudian menggigit orang lain. Biasanya penularan terjadi dalam satu rumah, tetangga dan dengan cepat menyebar ke satu wilayah RT, RW, dusun bahkan desa,” ungkap Syafei di Kelapa. Ia menambahkan, masa inkubasi chikungunya antara 1-12 hari, tetapi umumnya 3-7 hari yang disebabkan virus chikungunya.

Selain itu, lanjutnya, chikungunya juga menyerang sejumlah warga Desa Mancung. “Beberapa penderita sudah sembuh, namun masih banyak juga yang sakit. Rencananya hari ini (Selasa, 4/11) di daerah yang terkena chikungunya akan dilakukan fogging (penyemprotan) dan abatisasi untuk pemutusan mata rantai nyamuknya. Kita sudah koordinasi dengan Dinkes Bangka Barat,” kata Syafei.

Sebelumnya, demam chik juga menyerang puluhan warga di Desa Cupat, Bakit, Kapit dan Desa Puput Kecamatan Jebus.

“Begitu ada laporan dan kita survei, langsung kita fogging. Angka penderitanya kita belum pastinya, tapi banyak,” ujar Tim Medis Puskesmas Jebus, drg Yudi Widjaya didampingi tim medis lainnya, dr Novita di Puskesmas Puput baru-baru ini.(yik)

0 komentar:

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP